Rabu, 23 Maret 2016

LAPORAN MENGIDENTIFIKASI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN



Disusun oleh:
Hafidin jais al-gifari
20/XOC





KATA PENGANTAR
    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang budidaya tanaman pangan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
       Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Budidaya Tanaman Pangan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.


Wonosari, desember 2015


Hafidin jais al-gifari
NIS:14098   









DAFTAR ISI





BAB 1. PENDAHULUAN


A.    Latar belakang
Budidaya tanaman pangan merupakan tanaman yang ditanam ditempat tertentu untuk menghasilkan bahan pangan untuk dijual maupun di makan sendiri.
B.     Rumusan masalah
-Mengajarkan siswa agar mengenal budidaya tanaman pangan.
-Mengajarkan siswa agar bisa menanam budidaya tanaman pangan.
C.     Tujuan
-Agar mengetahui proses dan alat budidaya tanaman pangan
-Agar mengetahui cara pembudidayaan tanaman pangan
D.    Manfaat
-Mengetahui proses dan alat budidaya tanaman pangan
-Mengetahui cara pembudidayaan tanaman pangan






                        



BAB 2. PROSES dan ALAT BUDIDAYA TANAMAN PANGAN


a.       Pengolahan lahan
Pengolahan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan sampai siap ditanami. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul lalu dihaluskan hingga gembur. Pembajakan dapat dilakukan dengan cara tradisional ataupun mekanisasi.

Standar penyiapan lahan
a. Lahan petani yang digunakan harus bebas dari pencemaran limbah beracun.
b. Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan baik agar struktur tanah menjadi
    dan beraerasi baik sehingga perakaran dapat berkembang secara optimal.
c. Penyiapan lahan harus menghindarkan terjadinya erosi permukaan tanah,
    kelongsoran tanah, dan atau kerusakan sumber daya lahan.
d. Penyiapan lahan merupakan bagian integral dari upaya pelestarian sumber daya lahan
    dan sekaligus sebagai tindakan sanitasi dan penyehatan lahan.
e. Apabila diperlukan, penyiapan lahan disertai dengan pengapuran, penambahan bahan
   organik, pembenahan tanah (soil amelioration), dan atau teknik perbaikan kesuburan tanah.
f. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan alat mesin pertanian.


b.      Persiapan benih dan penanaman
Benih yang akan ditanam sudah disiapkan sebelumnya. Umumnya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului dengan penyemaian, kecuali untuk budidaya padi di lahan sawah. Pilihlah benih yang memiliki vigor (sifat-sifat benih) baik serta tanam sesuai dengan jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap jenis tanaman pangan! Benih ditanam dengan cara ditugal (pelubangan pada tanah) sesuai jarak tanam yang dianjurkan untuk setiap tanaman.

Standar penanaman
a. Penanaman benih atau bahan tanaman dilakukan dengan mengikuti teknik budidaya
   yang dianjurkan dalam hal jarak tanam dan kebutuhan benih per hektar yang            disesuaikan dengan persyaratan spesi­k bagi setiap jenis tanaman, varietas, dan tujuan penanaman.
b. Penanaman dilakukan pada musim tanam yang tepat atau sesuai dengan
    jadwal tanam dalam manejemen produksi tanaman yang bersangkutan.
c. Pada saat penanaman, diantisipasi agar tanaman tidak menderita cekaman kekeringan'   kebanjiran, tergenang, atau cekaman faktor abiotik lainnya.
d. Untuk menghindari serangan OPT pada daerah endemis dan eksplosif, benih atau bahan
    tanaman dapat diberi perlakuan yang sesuai sebelum ditanam. Dilakukan pencatatan
    tanggal penanaman pada buku kerja, guna memudahkan jadwal pemeliharaan,
    penyulaman, pemanenan, dan hal-hal lainnya. Apabila benih memiliki label, label harus disimpan.


c.       Pemupukan
Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan dilakukan setelah benih ditanam. Pupuk dapat diberikan sekaligus pada saat tanam atau sebagian diberikan saat tanam dan sebagian lagi pada beberapa minggu setelah tanam. Oleh karena itu, pemupukan harus dilakukan dengan tepat baik cara, jenis, dosis dan waktu aplikasi.
Standar pemupukan
a. Tepat waktu, yaitu diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, stadia tumbuh
    tanaman, serta kondisi lapangan yang tepat.
b. Tepat dosis, yaitu Jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran/rekomendasi spesi­k lokasi.
c. Tepat cara aplikasi, yaitu disesuaikan dengan jenis pupuk, tanaman dan kondisi lapangan.

Pemberian pupuk mengacu pada hasil analisis kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) setempat:
a. Penyemprotan pupuk cair pada tajuk tanaman (foliar sprays) tidak boleh meninggalkan
    residu zat-zat kimia berbahaya pada saat tanaman dipanen.
b. Mengutamakan penggunaan pupuk organik serta disesuaikan dengan kebutuhan tanaman
    dan kondisi ­sik tanah.
c. Penggunaan pupuk tidak boleh mengakibatkan terjadinya pencemaran air
    baku (waduk, telaga, embung, empang), atau air tanah dan sumber air.
d. Tidak boleh menggunakan limbah kotoran manusia yang tidak diberikan perlakuan.




d.      Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, dan pembumbunan. Penyiraman dilakukan untuk menjaga agar tanah tetap lembab. Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau tumbuh tidak normal. Pembumbunan dilakukan untuk menutup pangkal batang dengan tanah. Standar pemeliharaan tanaman
a. Tanaman pangan harus dipelihara sesuai karakteristik dan kebutuhan spesi-­k tanaman agar
   dapat  tumbuh dan berproduksi optimal serta menghasilkan produk pangan bermutu tinggi.
b. Tanaman harus dijaga agar terlindung dari gangguan hewan ternak, binatang
    liar, dan/atau hewan lainnya.

e.       Pengendalian hama atau gangguan tanaman
Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida. Jika menggunakan pestisida, pengendalian harus dilakukan dengan tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi), serta tepat cara dan alat aplikasi.

Penggunaan pestisida harus diusahakan untuk memperoleh manfaat yang sebesarnya dengan dampak sekecil-kecilnya. Penggunaan pestisida harus sesuai standar berikut ini.
a. Penggunaan pestisida memenuhi 6 (enam) kriteria tepat serta memenuhi ketentuan baku
    lainnya sesuai dengan “Pedoman Umum Penggunaan Pestisida”, yaitu tepat jenis, tepat mutu,
    tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi),
    serta tepat cara dan alat aplikasi.
b. Penggunaan pestisida diupayakan seminimal mungkin meninggalkan residu pada hasil
    panen, sesuai dengan “Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian
    Nomor 881/Menkes/SKB/VIII/1996 dan 771/Kpts/TP.270/8/1996 tentang Batas Maksimum
    Residu Pestisida pada Hasil Pertanian”.
c. Mengutamakan penggunaan petisida hayati, pestisida yang mudah terurai dan pestisida yang
    tidak meninggalkan residu pada hasil panen, serta pestisida yang kurang berbahaya
    terhadap manusia dan ramah lilngkungan.
d. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan pekerja
    (misalnya dengan menggunakan pakaian perlindungan) atau aplikator pestisida.
e. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup
    terutama terhadap biota tanah dan biota air.
f. Tata cara aplikasi pestisida harus mengikuti aturan yang tertera pada label.
g. Pestisida yang residunya berbahaya bagi manusia tidak boleh diaplikasikan menjelang panen
    dan saat panen.
Berdasarkan standar pengendalian OPT, pencatatan penggunaan pestisida harus dilakukan.
a. Pestisida yang digunakan dicatat jenis, waktu, dosis, konsentrasi, dan cara aplikasinya.
b. Setiap penggunaan pestisida harus selalu dicatat yang mencakup nama pestisida, lokasi,
    tanggal aplikasi, nama distributor/kios, dan nama penyemprot (operator).
c. Catatan penggunaan pestisida minimal digunakan 3 tahun.

f.       Panen dan pasca panen
·                     Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam), tapi merupakan awal dari pekerjaan pascapanen, yaitu melakukaan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran.
·                     panen adalah kegiatan pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang)
 Pengertian Pasca Panen
·                     penanganan pasca panen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industri







                           



BAB 3. CARA MERANCANG TANAMAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN


A.    Pemeliharaan jenis tanaman budidaya
Memelihara tanaman kangkung sangat mudah,hanya menyiramkan air saja kalau tidak menggunakan tempat seperti kebun dan lading,sedangkan yang menggunakan kebun dan lading hanya menyiramkan air ke tanaman dan dikasih pupuk.
B.     Persiapan dan penentuan media tanam
1.Benih= Pembibitan tanaman kangkung dapat dilakukan secara generatif yaitu dari   biji ataupun secara vegetatif dengan stek pucuk batang. Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji.
2. Persiapan Lahan=kantong plasting ukuran kecil,tanah dicampur kotoran hewan

 3.Botol penyemprot air

C.     Pelaksanaan budidaya tanaman pangan
1.Masukkan tanah tadi ke kantong plastic
2.Masukkan benih kangkung minimal 2 biji ke kantong plastik yang berisi tanah
3.Siram tanaman mengunakan botol semprot yang berisi air
4.Rutinlah menyirami tanaman kangkung agar mendapatkan air yang cukup

                                         



BAB 4. PENUTUP


a.       Kesan-kesan pembelajaran
1.Kita dapat memahami umur,panjang tanaman,dan ciri-ciri pada tanaman pangan
2.Mengetahui cara menanam dengan persiapan yang pas
3.Mengetahui varietas tanaman pangan
b.      Pengembangan ide pelajaran

c.       Sumber referensi atau daftar pustaka


d.      Lampiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar